Elek yang Special, ya cuma ini…

Pernah liat belut? mirip mirip Ular, betul? hanya saja, badannya kecil. Mukanya juga nggak jauh beda sama bapaknya ular, betul?
saya dulu aja pernah berfikiran kalau belut ini hasil selingkuhan ular sama cacing tanah atau lele…

Pernah Anda bayangkan belut yang mirip ular ganas itu anda krakoti?  atau, anda malah suka banget makan belut? sebagai pelampiasan karena anda tidak bernyali doyan makan daging ular mungkin?

Nah! Di Surabaya, yang namanya belut malah menjadi makanan enak yang wajib dikunjungi.  makhluk licin hitam mengkilat yang mirip ular ini diolah sedemikian rupa sehingga lezat di lidah, pun dengan penampilan yang tak lagi membuat bergidik untuk disantap.

Adalah H. Poer, yang merintis usaha perbelutan ini sejak 25 tahun yang lalu, kalo ga salah… hebat lah, kalo bisa bertahan sampek sekarang, yang notabene manusianya udah beda jaman…

Agak kurang nyaman rasanya, ketika baru tiba, duduk, tiba tiba dibentak oleh pelayannya. Oh, ternyata itu bukan bentakan, melainkan style pelayanan standart warung. Buat anda yang berhati lemah lembut , jangan langsung nangis kalo tiba tiba ditanya dengan suara menggelegar dan wajah sangar “Pesan apa Mbak?”
Untunglah, saat itu saya telah terbiasa bergawul dengan  preman preman seperti mereka ini

dari daftar menu, yang komoditas utamanya belut  itu (ya iyalaaah…masa kambing?) diolah macem macem. ada yang garing, basah, elek (setengah kering setengah basah), dicampur saus inggris, dsb dsb. Sesuai rekomendasi sang jagomakan, saya pesan Belut Elek, tapi tanpa sambel. Secara sambel dapet memicu kanker… *sebenernya ini alasan saya ndak suka sambel aja sih*

Setelah nunggu beberapa tahun, akhirnya belut datang jugak…


dan sejenak saya amati. Glek.  persis sama bapaknya ular.
tegaaa…endak ya…saya makan ini nantik… akhirnya… saya membayangkannya sebage lele goreng…
biyar lebih meyakinkan, saya siram itu lele dengan Kecap Bango. biar lebih nikmat dan penampilan aslinya tertutupi oleh hitamnya kecap.Rasanya??? luuuweeezaaaat… apa mungkin karena bango ya? oiya, perlu diingat lagi :saat makan itu saya mbayangkan makan lele Lho… bukan belut…
dan saat imajinasi saya kembali melemah, tibalah itu lele berubah wujud menjadi belut, dan saya kehilangan selera makan .  Mungkin nggak akan terjadi kalau saya pesan belut yang garing dan kriuk kriuk kranci. Akhirnya, seperti tradisi sebelumnya adalah… Angkinjengking yang menghabiskan jatah makan saya…

Soal harga, menurut saya disini mahal… secobek belut dibandrol Rp. 13.000 belom termasuk nasi dan minuman serta aksesoris (baca:krupuk). 

Buat yang penasaran sama bebek goreng ini… silakan pancal sepeda anda ke…

Jl. Banyu Urip Kidul IV / 39 (Bok Abang) Surabaya <— kalo ga salah pusatnya disini…
Jl. Ngagel Jaya Selatan No. 119 Surabaya
Jl. H. R. Muhammad No. 249 Surabaya

PS. Foto dicomot dari Fahmi



4 Responses to “Spesial Belut Elek”  

  1. 1 Aday

    Kok kayaknya saya juga pernah ya???
    Rasanya emang mirip lele kan???

  2. 2 Faniez

    aku pengeeennnn iniiii…
    kalo ke sby anter makan ini yaaa ;)

  3. 3 la mendol

    wakakakaka….kejadian toyor-toyoran ama si Raden Angki kok nggak dicritain sich.
    mesra banget tuhhh

  4. 4 Raden Mas Angki

    @la Mendol: Gosipppppppppppppppppppp

Leave a Reply